Mak Wiwie Tetap Bertahan Demi Anaknya Yang Lumpuh
Kesehatan Mendesak

Mak Wiwie Tetap Bertahan Demi Anaknya Yang Lumpuh

Rp 6.226.938 terkumpul

dari target Rp 50.000.000

119 Donatur
58 hari lagi

Deskripsi Program

Diuji Berkali-kali, Mak Wiwie Tetap Bertahan Demi Anaknya yang Lumpuh TotalSetiap pagi, Mak Wiwie yang kini berusia 71 tahun melangkah pelan keluar rumah kontrakannya. Di tangannya yang keriput, ia menggenggam sebuah wadah kecil berisi rebon itulah satu-satunya barang dagangan yang ia jual berkeliling kampung setiap hari. Tidak ada gerobak, tidak ada meja jualan. Hanya wadah kecil yang ia bawa dengan penuh harapan.Mak Wiwie adalah seorang mualaf sejak tahun 1976. Dahulu hidupnya cukup berada, memiliki harta dan kenyamanan. Namun semua itu hilang perlahan karena ditipu oleh keluarganya sendiri, berkali-kali, hingga yang tersisa kini hanya tubuh renta dan semangat yang tak pernah padam.Dari semua ujian yang dialami Mak Wiwie, cobaan terbesarnya adalah anak laki-lakinya, Rizky, yang kini berusia 42 tahun. Rizky terlahir dengan kondisi yang sangat berat: wajahnya tidak terbentuk sempurna, tidak memiliki tempurung kepala sehingga sebagian otaknya berada di luar, dan ia lumpuh total sejak lahir.Rizky tidak bisa duduk, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak. Ia hanya bisa terbaring, sepenuhnya bergantung pada Mak Wiwie untuk hidup. Dan selama 42 tahun itu, Mak Wiwie merawatnya seorang diri, tanpa bantuan saudara, tanpa pasangan, tanpa keluarga lain yang peduli.Setiap malam, Mak Wiwie memandikan Rizky, membersihkan tubuhnya, memberi makan, mengganti perlengkapannya, dan menenangkan saat anaknya kesakitan. Semua dilakukan dengan tangan yang sama yang setiap pagi menjinjing wadah rebon dan berjalan berkeliling mencari nafkah.Namun hidup semakin sulit. Penghasilannya dari menjual rebon tidak menentu, sering kali tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk perawatan Rizky.Kini, masalah besar lain menghimpit hidupnya:Kontrakan yang ditempati Mak Wiwie sudah menunggak hampir 9 bulan.Setiap hari ia dilanda kekhawatiran takut suatu saat ia dan Rizky harus keluar tanpa tempat lain untuk dituju.Di tengah semua kesulitan ini, Mak Wiwie punya satu harapan sederhana:Ia ingin memiliki sedikit modal untuk membuka usaha kecil di rumah, agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh setiap hari, dan tetap bisa merawat Rizky tanpa meninggalkannya terlalu lama.Dan yang paling ia inginkan adalah melunasi tunggakan kontrakan agar ia dan Rizky tidak kehilangan tempat berteduh. “Ibu cuma ingin punya usaha di rumah, Nak… supaya nggak ninggalin Rizky lama-lama. Dan semoga kontrakan bisa lunas… Ibu takut kalau harus diusir.” Ucap Mak WIwieDi usianya yang sudah sangat renta, Mak Wiwie seharusnya beristirahat. Namun demi Rizky, ia tetap melangkah, meski pelan, meski perih, meski dunia berkali-kali mengujinya.Sahabat Kebaikan beliau ingin memiliki usaha kecil agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh namun dapat memiliki pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya. Sahabat Kebaikan Mari kita bantu Mak Wiwie untuk mewujudkan kedua hal tersebut. Sekecil apapun bantuan dari semua Sahabat Kebaikan, akan sangat berarti untuk masa tua Beliau.Dsiclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pembayaran tunggakan kontrakannya dan memberikan Modal Usaha, Pemenuhan kebutuhan sehari-harinya Mak Wiwie, Pemenuhan penunjang kesehatan nya dan jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Program serta Penerima Manfaat lain nya dibawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi.

Diuji Berkali-kali, Mak Wiwie Tetap Bertahan Demi Anaknya yang Lumpuh Total

Setiap pagi, Mak Wiwie yang kini berusia 71 tahun melangkah pelan keluar rumah kontrakannya. Di tangannya yang keriput, ia menggenggam sebuah wadah kecil berisi rebon itulah satu-satunya barang dagangan yang ia jual berkeliling kampung setiap hari. Tidak ada gerobak, tidak ada meja jualan. Hanya wadah kecil yang ia bawa dengan penuh harapan.

Mak Wiwie adalah seorang mualaf sejak tahun 1976. Dahulu hidupnya cukup berada, memiliki harta dan kenyamanan. Namun semua itu hilang perlahan karena ditipu oleh keluarganya sendiri, berkali-kali, hingga yang tersisa kini hanya tubuh renta dan semangat yang tak pernah padam.

Dari semua ujian yang dialami Mak Wiwie, cobaan terbesarnya adalah anak laki-lakinya, Rizky, yang kini berusia 42 tahun. Rizky terlahir dengan kondisi yang sangat berat: wajahnya tidak terbentuk sempurna, tidak memiliki tempurung kepala sehingga sebagian otaknya berada di luar, dan ia lumpuh total sejak lahir.

Rizky tidak bisa duduk, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak. Ia hanya bisa terbaring, sepenuhnya bergantung pada Mak Wiwie untuk hidup. Dan selama 42 tahun itu, Mak Wiwie merawatnya seorang diri, tanpa bantuan saudara, tanpa pasangan, tanpa keluarga lain yang peduli.

Setiap malam, Mak Wiwie memandikan Rizky, membersihkan tubuhnya, memberi makan, mengganti perlengkapannya, dan menenangkan saat anaknya kesakitan. Semua dilakukan dengan tangan yang sama yang setiap pagi menjinjing wadah rebon dan berjalan berkeliling mencari nafkah.

Namun hidup semakin sulit. Penghasilannya dari menjual rebon tidak menentu, sering kali tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk perawatan Rizky.

Kini, masalah besar lain menghimpit hidupnya:

Kontrakan yang ditempati Mak Wiwie sudah menunggak hampir 9 bulan.

Setiap hari ia dilanda kekhawatiran takut suatu saat ia dan Rizky harus keluar tanpa tempat lain untuk dituju.

Di tengah semua kesulitan ini, Mak Wiwie punya satu harapan sederhana:

Ia ingin memiliki sedikit modal untuk membuka usaha kecil di rumah, agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh setiap hari, dan tetap bisa merawat Rizky tanpa meninggalkannya terlalu lama.

Dan yang paling ia inginkan adalah melunasi tunggakan kontrakan agar ia dan Rizky tidak kehilangan tempat berteduh.

 “Ibu cuma ingin punya usaha di rumah, Nak… supaya nggak ninggalin Rizky lama-lama. Dan semoga kontrakan bisa lunas… Ibu takut kalau harus diusir.” Ucap Mak WIwie

Di usianya yang sudah sangat renta, Mak Wiwie seharusnya beristirahat. Namun demi Rizky, ia tetap melangkah, meski pelan, meski perih, meski dunia berkali-kali mengujinya.

Sahabat Kebaikan beliau ingin memiliki usaha kecil agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh namun dapat memiliki pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya. Sahabat Kebaikan Mari kita bantu Mak Wiwie untuk mewujudkan kedua hal tersebut. Sekecil apapun bantuan dari semua Sahabat Kebaikan, akan sangat berarti untuk masa tua Beliau.

Dsiclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pembayaran tunggakan kontrakannya dan memberikan Modal Usaha, Pemenuhan kebutuhan sehari-harinya Mak Wiwie, Pemenuhan penunjang kesehatan nya dan jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Program serta Penerima Manfaat lain nya dibawah naungan Yayasan Jelajah Kebaikan Bumi.

Doa Orang Baik

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Ya Allah ampunilah dosaku, jadikan keluarga kamu sakinah mawadah warahmah, berikan kamu keturunan lagi, mudahkan rejeki yang berkah barokah. Berikan anakku,istriku,orangtuaku,sodaraku kesehatan keselamatan dan umur yang panjang. Jagalah kami selalu"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Sehat selalu dan Rizky sehat selalu juga. amin🤲🙏"

Baca selengkapnya...

Kaskem

3 minggu yang lalu

"Sehat selalu"

Baca selengkapnya...

Yuni

3 minggu yang lalu

"Mudahkan semua urusan ibu wiwie"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Ya Allah sehatkanlah mak wiwie"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Semoga Alloh merahmati ibu wiwik"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Semoga bermanfaat utk ibu dan barokah utk kedua org tua ku dan aku sekeluarga...Aamiin ya Robbal Aalamiin "

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Semoga bermanfaat buat ibunya dan berkah untuk saya dan keluarga"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Allahumma inni as alukal jannah wa audzubika minannar "

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

"Semoga hidupku dipermudah berkah, lancar semua"

Baca selengkapnya...

List Donatur (119)

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

Rp 35.539

Attar

3 minggu yang lalu

Rp 35.283

Indira

3 minggu yang lalu

Rp 50.000

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

Rp 35.000

Aminah

3 minggu yang lalu

Rp 50.971