Pengobatan Terhenti, Kondisi Alwi Kian Memprihatinkan
Kesehatan Sosial Mendesak

Pengobatan Terhenti, Kondisi Alwi Kian Memprihatinkan

Rp 775.000 terkumpul

dari target Rp 30.000.000

10 Donatur
Tanpa Batas

Deskripsi Program

Di sebuah rumah sederhana, Alwi menjalani hari-harinya dengan kondisi yang tak pernah mudah.Sejak lahir, Alwi didiagnosis mengalami cerebral palsy, kelainan pada otak yang membuat tumbuh kembangnya sangat terhambat.Kini usianya sudah 11 tahun, namun berat badannya hanya sekitar 14 kilogram.Alwi belum bisa berbicara dengan jelas. Ia juga tidak mampu beraktivitas seperti anak-anak seusianya. Tubuh kecilnya tampak sangat kurus hingga tulang-tulangnya terlihat dari balik kulit.Yang paling menyayat hati, Alwi tidak bisa makan makanan biasa seperti anak lain. Ia hanya mampu mengonsumsi bubur bayi dan makanan bertekstur lembut.Namun saat ini, untuk membeli bubur bayi dan popok saja, keluarganya sering kali kesulitan.Tak jarang Alwi menangis karena lapar.Di tengah kondisi tersebut, kedua orang tua Alwi tetap berjuang semampunya.Ayah dan ibunya mengajar di sebuah sekolah Islam kecil dengan jumlah murid yang sangat sedikit. Penghasilan yang mereka terima jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan Alwi.Karena kondisi ekonomi yang semakin berat, Bu Idah mulai mempertimbangkan keputusan yang sangat berat.Beliau ingin kembali bekerja sebagai TKW di Arab Saudi seperti belasan tahun lalu.Bukan karena ingin meninggalkan anaknya.Tetapi karena merasa tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan keluarganya.Padahal Alwi sangat bergantung kepada ibunya.Bahkan saat Bu Idah mengajar, Alwi harus ikut dibawa karena akan menangis dan berteriak jika ditinggal terlalu lama.Membayangkan harus berpisah jauh dari Alwi membuat hati Bu Idah hancur.Pak Sulaiman dan Bu Idah sebenarnya hanya memiliki satu harapan sederhana.Mereka ingin memiliki usaha kecil seperti warung agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk:✅ Membeli makanan dan bubur khusus Alwi✅ Membeli popok dan kebutuhan harian✅ Melanjutkan pengobatan dan terapi✅ Memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus berpisahHari ini, kita bisa membantu meringankan beban mereka.Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:Kebutuhan nutrisi dan makanan khusus AlwiPopok dan kebutuhan harianBiaya pengobatan dan terapiModal usaha kecil keluargaKebutuhan hidup keluarga selama masa pemulihan ekonomiTeman Berbagi, Alwi tidak bisa memilih terlahir dengan kondisi ini.Namun hari ini kita bisa memilih untuk hadir membantu perjuangannya.Mari bantu Alwi mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan bantu keluarganya bertahan tanpa harus berpisah.Klik tombol DONASI SEKARANG dan jadilah bagian dari harapan Alwi.

Di sebuah rumah sederhana, Alwi menjalani hari-harinya dengan kondisi yang tak pernah mudah.

Sejak lahir, Alwi didiagnosis mengalami cerebral palsy, kelainan pada otak yang membuat tumbuh kembangnya sangat terhambat.

Kini usianya sudah 11 tahun, namun berat badannya hanya sekitar 14 kilogram.

Alwi belum bisa berbicara dengan jelas. Ia juga tidak mampu beraktivitas seperti anak-anak seusianya. Tubuh kecilnya tampak sangat kurus hingga tulang-tulangnya terlihat dari balik kulit.

Yang paling menyayat hati, Alwi tidak bisa makan makanan biasa seperti anak lain. Ia hanya mampu mengonsumsi bubur bayi dan makanan bertekstur lembut.

Namun saat ini, untuk membeli bubur bayi dan popok saja, keluarganya sering kali kesulitan.

Tak jarang Alwi menangis karena lapar.

Di tengah kondisi tersebut, kedua orang tua Alwi tetap berjuang semampunya.

Ayah dan ibunya mengajar di sebuah sekolah Islam kecil dengan jumlah murid yang sangat sedikit. Penghasilan yang mereka terima jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan Alwi.

Karena kondisi ekonomi yang semakin berat, Bu Idah mulai mempertimbangkan keputusan yang sangat berat.

Beliau ingin kembali bekerja sebagai TKW di Arab Saudi seperti belasan tahun lalu.

Bukan karena ingin meninggalkan anaknya.

Tetapi karena merasa tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan keluarganya.

Padahal Alwi sangat bergantung kepada ibunya.

Bahkan saat Bu Idah mengajar, Alwi harus ikut dibawa karena akan menangis dan berteriak jika ditinggal terlalu lama.

Membayangkan harus berpisah jauh dari Alwi membuat hati Bu Idah hancur.

Pak Sulaiman dan Bu Idah sebenarnya hanya memiliki satu harapan sederhana.

Mereka ingin memiliki usaha kecil seperti warung agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk:

✅ Membeli makanan dan bubur khusus Alwi

✅ Membeli popok dan kebutuhan harian

✅ Melanjutkan pengobatan dan terapi

✅ Memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus berpisah

Hari ini, kita bisa membantu meringankan beban mereka.

Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:

  • Kebutuhan nutrisi dan makanan khusus Alwi
  • Popok dan kebutuhan harian
  • Biaya pengobatan dan terapi
  • Modal usaha kecil keluarga
  • Kebutuhan hidup keluarga selama masa pemulihan ekonomi

Teman Berbagi, Alwi tidak bisa memilih terlahir dengan kondisi ini.

Namun hari ini kita bisa memilih untuk hadir membantu perjuangannya.

Mari bantu Alwi mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan bantu keluarganya bertahan tanpa harus berpisah.


Klik tombol DONASI SEKARANG dan jadilah bagian dari harapan Alwi.

Doa Orang Baik

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Ya Allah berilah byk kebaikan adik ini & keluarganya. Ya Allah pertemukanlah aku dengan jodoh terbaiku, orang yang selalu mengingatkan aku untuk beribadah kepadamu, partner & sahabat terbaik untuk ibadah dunia & akhirat, org yg mdh senyum, lucu, dia & keluarganya yg syg bgt sm aku, pintar, mapan, punya growth mindset& akhlak yg baik. Amiinn Allahumma Aminnn."

Baca selengkapnya...

AR

2 bulan yang lalu

"Semoga lekas sehat"

Baca selengkapnya...

List Donatur (10)

Hamba Allah

1 bulan yang lalu

Rp 500.000

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 50.000

AR

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

rulian rahim

2 bulan yang lalu

Rp 25.000