Pikul 30Kg Sejauh 18KM, Tubuh Renta Abah Uci Berjuang Demi Rawat Istri Lumpuh
Kemanusiaan Sosial

Pikul 30Kg Sejauh 18KM, Tubuh Renta Abah Uci Berjuang Demi Rawat Istri Lumpuh

Rp 175.474 terkumpul

dari target Rp 50.000.000

5 Donatur
37 hari lagi

Deskripsi Program

Di usia 80 Tahun, pikul jualan Rujak 30Kg berjalan kaki 18Km setiap hari, semata-mata demi merawat sang istri yang lumpuh di rumah mereka yang sudah tak layak huni.Setiap hari  setidaknya 18Km yang ditempuh abah Uci berjualan Rujak bebek dengan total beban 30Kg yang ia pikul dengan pundak ringkih yang kulitnya kian mengerut. Langkah kakinya perlahan namun pasti menyusuri jalanan menjajakan rujak buatannya. Di usia yang telah menyentuh 80 tahun, Abah Uci tetap memaksakan tubuh bungkuknya demi menyambung napas kehidupan bersama istri yang menunggunya dirumahAbah bersama istri tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak bahkan nyaris roboh, bocor sana sini saat hujan datang adalah pemandangan yang biasa bagi pasangan lansia ini. Abah dan mak punya anak sebenarnya, namun ditempat yang cukup jauh dan dalam kondisi yang sama-sama berjuang membuat abah dan mak tak kuasa meminta dan memilih berjuang sendiri memeuhi kebutuhan sehai-hari.Tubuh tua Abah Uci semakin hari kian melemah, sementara kebutuhan hidup tak pernah berkurang. Ketakutan terbesar Abah adalah jika fisiknya roboh, tak ada lagi yang merawat istrinya di bawah atap rumah mereka yang bocor dan lapuk.Mari sisihkan sedikit rezeki dari kita untuk membantu meringankan beban Bah Uci dalam merawat istrinya. Uluran tangan dan sedekah terbaik kita adalah harapan besar agar Abah Uci dan sang istri dapat menikmati masa senja dengan tenang, aman, serta terpenuhi kebutuhan hidup dan pengobatannya.


Di usia 80 Tahun, pikul jualan Rujak 30Kg berjalan kaki 18Km setiap hari, semata-mata demi merawat sang istri yang lumpuh di rumah mereka yang sudah tak layak huni.



Setiap hari  setidaknya 18Km yang ditempuh abah Uci berjualan Rujak bebek dengan total beban 30Kg yang ia pikul dengan pundak ringkih yang kulitnya kian mengerut. Langkah kakinya perlahan namun pasti menyusuri jalanan menjajakan rujak buatannya. Di usia yang telah menyentuh 80 tahun, Abah Uci tetap memaksakan tubuh bungkuknya demi menyambung napas kehidupan bersama istri yang menunggunya dirumah



Abah bersama istri tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak bahkan nyaris roboh, bocor sana sini saat hujan datang adalah pemandangan yang biasa bagi pasangan lansia ini. Abah dan mak punya anak sebenarnya, namun ditempat yang cukup jauh dan dalam kondisi yang sama-sama berjuang membuat abah dan mak tak kuasa meminta dan memilih berjuang sendiri memeuhi kebutuhan sehai-hari.



Tubuh tua Abah Uci semakin hari kian melemah, sementara kebutuhan hidup tak pernah berkurang. Ketakutan terbesar Abah adalah jika fisiknya roboh, tak ada lagi yang merawat istrinya di bawah atap rumah mereka yang bocor dan lapuk.


Mari sisihkan sedikit rezeki dari kita untuk membantu meringankan beban Bah Uci dalam merawat istrinya.


Uluran tangan dan sedekah terbaik kita adalah harapan besar agar Abah Uci dan sang istri dapat menikmati masa senja dengan tenang, aman, serta terpenuhi kebutuhan hidup dan pengobatannya.



List Donatur (5)

Hamba Allah

1 bulan yang lalu

Rp 25.000

Hamba Allah

1 bulan yang lalu

Rp 50.000

Dewi

1 bulan yang lalu

Rp 25.474

Hmba Allah

1 bulan yang lalu

Rp 50.000

Hamba Allah

1 bulan yang lalu

Rp 25.000