Setiap Kerupuk Adalah Harapan Kesembuhan Dik Azkia
Kesehatan

Setiap Kerupuk Adalah Harapan Kesembuhan Dik Azkia

Rp 0 terkumpul

dari target Rp 95.000.000

0 Donatur
65 hari lagi

Deskripsi Program

Kondisi ekonomi keluarga sulit, tidak ada sosok ayah, Azkia (7 tahun) berjuang lawan Celebralpalsy bersama sang ibu dari berjualan kerupuk.Hati ibu mana yang tak sakit, melihat anaknya lahir dalam kondisi yang tidak semestinya. Azkia lahir dalam kondisi yang berbeda, ia divonis idap Celebralpalsy. Pertumbuhan tubuh dan otaknya nya lambat dan tidak normal, bahkan kebutuhannya lebih dari anak-anak seusianya membuat beban pengeluaran sang ibu bertambah berat.Dalam kondisi yang sangat berat, Dik Azkia harus kehilangan sosok sang ayah yang seharusnya menjadi penguat dan pendamping karena kedua orang tuanya harus bercerai akibat tekanan ekonomi sulit.kini dik Azkia harus berjuang melawan penyakitnya hanya ditemani sang ibu bermodalkan berjualan kerupuk keliling dan menitipkannya ke warung tetangga dengan penghasilan yang tak menentu.Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan dan terapi Azkia, ia berjualan kerupuk dengan penghasilan yang tidak menentu. Hasil jualan yang diperoleh sering kali hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, sementara biaya terapi dan kebutuhan medis Azkia terus membutuhkan perhatian.Sahabat Berbagi, Mari kita sisihkan sedikit rezeki dari kita untuk kesembuhan Dik Azkia agar bisa sembuh dari penyakitnya!

Kondisi ekonomi keluarga sulit, tidak ada sosok ayah, Azkia (7 tahun) berjuang lawan Celebralpalsy bersama sang ibu dari berjualan kerupuk.



Hati ibu mana yang tak sakit, melihat anaknya lahir dalam kondisi yang tidak semestinya. Azkia lahir dalam kondisi yang berbeda, ia divonis idap Celebralpalsy. Pertumbuhan tubuh dan otaknya nya lambat dan tidak normal, bahkan kebutuhannya lebih dari anak-anak seusianya membuat beban pengeluaran sang ibu bertambah berat.



Dalam kondisi yang sangat berat, Dik Azkia harus kehilangan sosok sang ayah yang seharusnya menjadi penguat dan pendamping karena kedua orang tuanya harus bercerai akibat tekanan ekonomi sulit.


kini dik Azkia harus berjuang melawan penyakitnya hanya ditemani sang ibu bermodalkan berjualan kerupuk keliling dan menitipkannya ke warung tetangga dengan penghasilan yang tak menentu.



Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan dan terapi Azkia, ia berjualan kerupuk dengan penghasilan yang tidak menentu. Hasil jualan yang diperoleh sering kali hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, sementara biaya terapi dan kebutuhan medis Azkia terus membutuhkan perhatian.


Sahabat Berbagi, Mari kita sisihkan sedikit rezeki dari kita untuk kesembuhan Dik Azkia agar bisa sembuh dari penyakitnya!