Tak Pernah ke Dokter Karena Tak Punya Biaya, Kini Penyakit Mak Aan Mulai Mengancam Penglihatannya
Kesehatan Mendesak

Tak Pernah ke Dokter Karena Tak Punya Biaya, Kini Penyakit Mak Aan Mulai Mengancam Penglihatannya

Rp 10.518.000 terkumpul

dari target Rp 50.000.000

278 Donatur
0 hari lagi

Deskripsi Program

Di usia 80 tahun, saat banyak orang seusianya beristirahat ditemani keluarga, Mak Aan justru harus berjuang sendirian melawan sakit yang terus menggerogoti tubuhnya.Di sebuah kontrakan kecil yang sempit dan sederhana, Mak Aan bertahan hidup dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Penyakit yang tak pernah ia ketahui namanya perlahan merusak bagian hidung dan mulutnya, meninggalkan luka terbuka yang membuatnya sulit bernapas, sulit makan, bahkan sulit tersenyum.Kini penyakit itu mulai menyerang mata kanannya. Penglihatannya semakin buram dari hari ke hari.Namun yang paling menyakitkan bukan hanya rasa sakit di tubuhnya…Melainkan tatapan orang-orang di sekitarnya.Karena kondisi wajahnya, Mak Aan sering dijauhi. Ada yang menutup pintu ketika ia lewat, ada yang menghindar tanpa sepatah kata, bahkan ada yang berbisik takut tertular penyakit darinya.Padahal Mak Aan hanyalah seorang nenek renta yang sedang berusaha bertahan hidup.Setiap pagi, dengan tubuh yang lemah dan kepala yang sering pusing, Mak Aan berjalan perlahan menuju pasar sambil membawa beberapa lap kain dagangannya.Dengan suara lirih ia menawarkan,“Lap, Nak… seribuan saja…”Namun tak semua orang mau membeli. Banyak yang menolak bahkan tanpa melihat wajahnya.Meski begitu, Mak Aan tetap mencoba tersenyum.Dalam sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000. Uang itu digunakan untuk makan seadanya dan membayar kebutuhan hidup yang serba sulit.Saat malam datang, Mak Aan hanya bisa duduk sendiri di lantai kontrakannya yang dingin, memijat kepalanya yang nyeri sambil berdoa pelan,“Ya Allah… kuatkan hamba… sembuhkan penyakit ini…”Sahabat baik,Mak Aan tidak meminta hidup mewah.Ia hanya ingin berobat.Ia hanya ingin sembuh.Ia hanya ingin diperlakukan seperti manusia pada umumnya.Selain untuk biaya pengobatan dan pemeriksaan medis, bantuan yang terkumpul juga akan digunakan untuk kebutuhan hidup Mak Aan sehari-hari dan modal usaha kecil di rumah agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh berjualan saat tubuhnya sudah hampir tak kuat menopang langkahnya.Hari ini, kita mungkin menjadi satu-satunya harapan yang dimiliki Mak Aan.Bayangkan jika itu adalah ibu kita… nenek kita… yang harus menahan sakit sendirian sambil dijauhi banyak orang.Masihkah kita tega membiarkannya berjuang sendiri?Yuk bantu Mak Aan mendapatkan kesempatan untuk berobat dan hidup lebih layak.Berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti untuk menghadirkan harapan di sisa usianya.

Di usia 80 tahun, saat banyak orang seusianya beristirahat ditemani keluarga, Mak Aan justru harus berjuang sendirian melawan sakit yang terus menggerogoti tubuhnya.



Di sebuah kontrakan kecil yang sempit dan sederhana, Mak Aan bertahan hidup dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Penyakit yang tak pernah ia ketahui namanya perlahan merusak bagian hidung dan mulutnya, meninggalkan luka terbuka yang membuatnya sulit bernapas, sulit makan, bahkan sulit tersenyum.


Kini penyakit itu mulai menyerang mata kanannya. Penglihatannya semakin buram dari hari ke hari.


Namun yang paling menyakitkan bukan hanya rasa sakit di tubuhnya…

Melainkan tatapan orang-orang di sekitarnya.


Karena kondisi wajahnya, Mak Aan sering dijauhi. Ada yang menutup pintu ketika ia lewat, ada yang menghindar tanpa sepatah kata, bahkan ada yang berbisik takut tertular penyakit darinya.


Padahal Mak Aan hanyalah seorang nenek renta yang sedang berusaha bertahan hidup.


Setiap pagi, dengan tubuh yang lemah dan kepala yang sering pusing, Mak Aan berjalan perlahan menuju pasar sambil membawa beberapa lap kain dagangannya.


Dengan suara lirih ia menawarkan,

“Lap, Nak… seribuan saja…”


Namun tak semua orang mau membeli. Banyak yang menolak bahkan tanpa melihat wajahnya.


Meski begitu, Mak Aan tetap mencoba tersenyum.

Dalam sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000. Uang itu digunakan untuk makan seadanya dan membayar kebutuhan hidup yang serba sulit.


Saat malam datang, Mak Aan hanya bisa duduk sendiri di lantai kontrakannya yang dingin, memijat kepalanya yang nyeri sambil berdoa pelan,


“Ya Allah… kuatkan hamba… sembuhkan penyakit ini…”



Sahabat baik,

Mak Aan tidak meminta hidup mewah.

Ia hanya ingin berobat.

Ia hanya ingin sembuh.

Ia hanya ingin diperlakukan seperti manusia pada umumnya.


Selain untuk biaya pengobatan dan pemeriksaan medis, bantuan yang terkumpul juga akan digunakan untuk kebutuhan hidup Mak Aan sehari-hari dan modal usaha kecil di rumah agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh berjualan saat tubuhnya sudah hampir tak kuat menopang langkahnya.



Hari ini, kita mungkin menjadi satu-satunya harapan yang dimiliki Mak Aan.


Bayangkan jika itu adalah ibu kita… nenek kita… yang harus menahan sakit sendirian sambil dijauhi banyak orang.


Masihkah kita tega membiarkannya berjuang sendiri?


Yuk bantu Mak Aan mendapatkan kesempatan untuk berobat dan hidup lebih layak.


Berapa pun donasi yang diberikan akan sangat berarti untuk menghadirkan harapan di sisa usianya.

Doa Orang Baik

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Sekoga cepat sembuh nek"

Baca selengkapnya...

Abdullah

2 bulan yang lalu

"Ya ALLAH Ya Hayyu Ya Qoyyum Ya Latif lembutkan & luluhkanlah hati Nadira Titalia."

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Mak aan semoga diberikan kesembuhan, kemudahan rezeki kelancaran dalam menjalani hidup. Maaf baru sempat membantu & maaf jika bantuannya belum seberapa, doakan saya ya mak agar rezeki saya dilipat gandakan agar saya dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan, aamiin."

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"100% sumbangan untuk Mak Aan "

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"semoga pengelola penggalangan dana ini amanah, saya hanya ikhlas uang yang sama berikan hanya untuk diberikan ke mak aan bukan untuk yang lainnya"

Baca selengkapnya...

ger

2 bulan yang lalu

"semoga diberi kesehatan, kekuatan, keberkahan, kemudahan, berkah rezekinya"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Semoga ibunya cepat di beri kesembuhan dan kebahagiaan Amin Ya Rabbal Alamin🤲🏻🥹"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"ya Allah sembuhkan nenek ini sehat2 ya nek "

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Kuat ya mak, semoga Allah sembuhkan 🤲🏻"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"Bismillah ibu disembuhkan"

Baca selengkapnya...

List Donatur (278)

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 50.000

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Abdullah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Ivan Gusti Andra

2 bulan yang lalu

Rp 200.000

anzar zaenul m

2 bulan yang lalu

Rp 25.000