Terancam Diusir dari Kontrakan, Abah Udip Tetap Menolak Mengemis di Usia Senjanya
Kemanusiaan Sosial Mendesak

Terancam Diusir dari Kontrakan, Abah Udip Tetap Menolak Mengemis di Usia Senjanya

Rp 400.000 terkumpul

dari target Rp 50.000.000

13 Donatur
Tanpa Batas

Deskripsi Program

Di usia 70 tahun, saat banyak orang memilih beristirahat menikmati masa tua, Abah Udip masih harus berjuang mencari nafkah seorang diri.Setiap hari sejak pukul 5 pagi, Abah Udip duduk di pinggir jalan menawarkan jasa timbang badan dan cek tensi menggunakan alat yang sudah tua dan lusuh.Berbekal timbangan usang, alat tensi lama, dan terpal bekas sebagai tempat berteduh, Abah berharap ada orang yang mampir menggunakan jasanya.Dulu, sekitar tahun 2000-an, jasa seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Namun kini semuanya berubah.Alat timbang dan cek tensi sudah mudah dibeli di mana saja dengan harga murah. Orang-orang pun mulai jarang menggunakan jasa seperti milik Abah Udip.Meski begitu, Abah tetap bertahan.Karena hanya itu kemampuan yang ia miliki untuk mencari nafkah dengan cara yang halal dan bermartabat.Abah tidak ingin meminta-minta.“Tentu masih ada yang pakai jasa Abah… kalau ada yang jualan pasti ada yang beli,” ucapnya sambil tersenyum kecil penuh keyakinan.Dalam sehari, penghasilan Abah hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp40.000. Bahkan sering kali Abah pulang hanya membawa beberapa ribu rupiah, atau tidak membawa uang sama sekali.Namun Abah tetap bersyukur.“Abah bisa makan nasi hangat sekali sehari saja sudah alhamdulillah…” tutur Abah lirih.Tubuh Abah kini sudah renta. Ia juga memiliki penyakit GERD yang sering kambuh dan membuat tubuhnya semakin lemah.Karena kondisi itu, Abah tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat.Sedihnya, akhir-akhir ini Abah kesulitan membayar kontrakan rumahnya yang hanya Rp300.000 per bulan.Bahkan kini Abah terancam diusir karena belum mampu melunasi biaya kontrakannya.Harapan Abah sebenarnya sangat sederhana.Ia ingin bisa membayar kontrakan tepat waktu, membeli alat timbang dan tensi yang lebih layak, serta memiliki booth kecil sederhana agar tidak lagi berjualan di bawah terpal bekas tanpa perlindungan dari panas dan hujan.Orang Baik,Di usia senjanya, Abah Udip masih memilih bekerja keras daripada meminta belas kasihan.Mari bantu Abah Udip agar bisa tetap bertahan hidup dengan lebih layak dan tenang.InsyaAllah bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:✅ Membayar tunggakan kontrakan rumah✅ Membeli alat timbang dan tensi baru✅ Membuat booth jualan yang lebih layak✅ Membantu kebutuhan hidup Abah sehari-hariSedikit bantuan dari kita mungkin terlihat kecil.Namun bagi Abah Udip, itu bisa menjadi alasan untuk tetap bertahan dan merasa bahwa ia tidak sendirian menghadapi hidup.

Di usia 70 tahun, saat banyak orang memilih beristirahat menikmati masa tua, Abah Udip masih harus berjuang mencari nafkah seorang diri.

Setiap hari sejak pukul 5 pagi, Abah Udip duduk di pinggir jalan menawarkan jasa timbang badan dan cek tensi menggunakan alat yang sudah tua dan lusuh.



Berbekal timbangan usang, alat tensi lama, dan terpal bekas sebagai tempat berteduh, Abah berharap ada orang yang mampir menggunakan jasanya.


Dulu, sekitar tahun 2000-an, jasa seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Namun kini semuanya berubah.

Alat timbang dan cek tensi sudah mudah dibeli di mana saja dengan harga murah. Orang-orang pun mulai jarang menggunakan jasa seperti milik Abah Udip.


Meski begitu, Abah tetap bertahan.


Karena hanya itu kemampuan yang ia miliki untuk mencari nafkah dengan cara yang halal dan bermartabat.

Abah tidak ingin meminta-minta.


“Tentu masih ada yang pakai jasa Abah… kalau ada yang jualan pasti ada yang beli,” ucapnya sambil tersenyum kecil penuh keyakinan.


Dalam sehari, penghasilan Abah hanya sekitar Rp20.000 hingga Rp40.000.


Bahkan sering kali Abah pulang hanya membawa beberapa ribu rupiah, atau tidak membawa uang sama sekali.



Namun Abah tetap bersyukur.


“Abah bisa makan nasi hangat sekali sehari saja sudah alhamdulillah…” tutur Abah lirih.


Tubuh Abah kini sudah renta. Ia juga memiliki penyakit GERD yang sering kambuh dan membuat tubuhnya semakin lemah.


Karena kondisi itu, Abah tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat.


Sedihnya, akhir-akhir ini Abah kesulitan membayar kontrakan rumahnya yang hanya Rp300.000 per bulan.


Bahkan kini Abah terancam diusir karena belum mampu melunasi biaya kontrakannya.



Harapan Abah sebenarnya sangat sederhana.

Ia ingin bisa membayar kontrakan tepat waktu, membeli alat timbang dan tensi yang lebih layak, serta memiliki booth kecil sederhana agar tidak lagi berjualan di bawah terpal bekas tanpa perlindungan dari panas dan hujan.

Orang Baik,


Di usia senjanya, Abah Udip masih memilih bekerja keras daripada meminta belas kasihan.


Mari bantu Abah Udip agar bisa tetap bertahan hidup dengan lebih layak dan tenang.


InsyaAllah bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:

✅ Membayar tunggakan kontrakan rumah

✅ Membeli alat timbang dan tensi baru

✅ Membuat booth jualan yang lebih layak

✅ Membantu kebutuhan hidup Abah sehari-hari


Sedikit bantuan dari kita mungkin terlihat kecil.

Namun bagi Abah Udip, itu bisa menjadi alasan untuk tetap bertahan dan merasa bahwa ia tidak sendirian menghadapi hidup.

Doa Orang Baik

Khadijah

2 bulan yang lalu

"Barakallahu fiik"

Baca selengkapnya...

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

"sehat sehat kake🤍"

Baca selengkapnya...

Siti musta

2 bulan yang lalu

"Semoga Abah Udin sehat selalu dan di beri kemudahan dalam mencari rezeki..aamiin"

Baca selengkapnya...

Gesti

2 bulan yang lalu

"Semoga bermanfaat buat kakek yah"

Baca selengkapnya...

List Donatur (13)

Hamba Allah

3 minggu yang lalu

Rp 50.000

Khadijah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Hamba Allah

2 bulan yang lalu

Rp 25.000

Faizah salim bahajaj

2 bulan yang lalu

Rp 25.000